Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 24 Apr 2026 17:54 WITA

Kesaksian Penyintas Kekerasan Seksual di Kampus: Diintimidasi dan Dituduh Halusinasi


 Ilustrasi penanganan kasus kekerasan seksual dan perlindungan korban di lingkungan perguruan tinggi. (Foto: RSS) Perbesar

Ilustrasi penanganan kasus kekerasan seksual dan perlindungan korban di lingkungan perguruan tinggi. (Foto: RSS)

JAKARTA – Sejumlah penyintas kekerasan seksual di lingkungan kampus di Indonesia menyuarakan kesaksian pilu terkait intimidasi dan tekanan sosial yang mereka alami saat mencoba melaporkan kasus tersebut demi mencari keadilan baru-baru ini.

Di balik angka kasus kekerasan seksual yang terus meningkat secara nasional, terdapat sebagian kisah pilu para korban yang selama ini tidak terungkap ke publik.
Para pelapor yang berniat membongkar kejahatan di dunia akademik ini justru sering kali harus menerima serangan balik yang menyakitkan.

Beberapa penyintas mengaku mendapatkan tuduhan tidak berdasar seperti dianggap sedang berhalusinasi oleh pihak-pihak tertentu.
Selain itu, mereka juga harus menghadapi intimidasi fisik maupun psikis hingga tekanan sosial yang luar biasa dari lingkungan sekitar.

Kondisi ini menambah daftar panjang hambatan bagi para korban untuk mendapatkan ruang aman di institusi pendidikan.
Perlu adanya perlindungan yang lebih ketat agar suara para penyintas tidak dibungkam oleh kekuatan sistemik di dalam kampus.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akademisi CALS Soroti Dugaan Penyelundupan Dana MBG di UU APBN 2026

28 April 2026 - 15:17 WITA

Investigasi Program Sekolah Rakyat: Bupati Majalengka Puji Capaian Kemensos

25 April 2026 - 21:36 WITA

Eddy Soeparno Beri Beasiswa S2 Lulusan Terbaik Unpatti IPK 4,00

25 April 2026 - 03:15 WITA

Fenomena Fatherless di Samarinda: Mengapa Peran Ayah Belum Optimal?

24 April 2026 - 18:03 WITA

Trending di Pendidikan

Sorry. No data so far.