SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang tengah mematangkan koordinasi teknis untuk menggelar Pawai Ogoh-ogoh besar-besaran yang melibatkan lintas etnis serta kelompok Beleganjur dari berbagai daerah di pusat kota pada akhir pekan ini guna memperkuat integrasi budaya lokal.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa skala iring-iringan yang masif ini memaksa Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas berlapis untuk memberikan ruang bagi peserta sekaligus mencegah potensi kelumpuhan total arus kendaraan di sepanjang rute protokol.
Tim di lapangan juga memetakan sejumlah kantong parkir strategis sebagai langkah antisipasi lonjakan pengunjung, mengingat manajemen ruang publik menjadi titik krusial dalam keberhasilan penyelenggaraan acara berskala besar tersebut.
Penerapan skema pengalihan arus ini terus dipantau guna memastikan aksesibilitas warga tidak terganggu oleh iring-iringan panjang yang diprediksi akan menyedot perhatian ribuan pasang mata di jantung Kota Atlas.











