WASHINGTON, D.C. – Departemen Pendidikan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam penyelesaian pengaduan diskriminasi sebesar 30 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Data yang diperoleh The New York Times mengungkapkan bahwa perlambatan ini terjadi di tengah perombakan besar-besaran birokrasi yang dilakukan di Washington, D.C.
Kebijakan baru ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak sipil pelajar di seluruh negeri.
Hasil investigasi data menunjukkan bahwa ribuan kasus dugaan diskriminasi kini terhenti atau diproses jauh lebih lambat dari standar operasional sebelumnya.
Perubahan prioritas internal kementerian ditengarai menjadi penyebab utama mengapa efisiensi penanganan kasus menurun drastis secara mendadak.
Beberapa analis menilai bahwa langkah perampingan departemen justru mengorbankan perlindungan bagi kelompok minoritas dan siswa rentan di lingkungan pendidikan.
Para aktivis hak asasi manusia memperingatkan bahwa tren penurunan ini dapat menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di institusi pendidikan masa depan.
Meskipun pemerintah berdalih bahwa perombakan dilakukan demi efisiensi anggaran, fakta di lapangan menunjukkan tumpukan laporan yang belum terselesaikan terus meningkat.
Kondisi ini meninggalkan banyak korban diskriminasi tanpa kepastian hukum dan perlindungan yang seharusnya diberikan oleh negara.











