VIENNA – Seorang pria di Wina, Austria, secara resmi mengaku bersalah atas rencana serangan bom bunuh diri yang menargetkan kerumunan di luar konser Taylor Swift pada tahun 2024.
Pengakuan ini muncul setelah penyelidikan intensif mengungkap plot berbahaya yang memaksa pembatalan seluruh rangkaian tur dunia bintang pop tersebut demi keamanan publik.
Berdasarkan temuan investigasi, pelaku berniat meledakkan perangkat bom di area sekitar stadion untuk menciptakan kehancuran massal bagi para penggemar yang berkumpul di luar venue.
Selain pelaku utama, seorang tersangka lain dilaporkan masih menghadapi dakwaan hukum terpisah terkait keterlibatannya dalam rencana aksi terorisme ini.
Otoritas hukum setempat terus mendalami bukti-bukti guna membongkar jaringan yang melatarbelakangi ancaman serius terhadap ajang hiburan berskala internasional tersebut.











