BEKASI – Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Tim investigasi kini tengah melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap penyebab pasti benturan fatal dua rangkaian kereta di jalur padat tersebut.
Dugaan awal mengarah pada potensi kegagalan sistem persinyalan atau adanya kesalahan prosedur koordinasi petugas di lapangan saat insiden berlangsung.
Pihak berwenang terus mengumpulkan data dari kotak hitam dan memeriksa sejumlah saksi guna memastikan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya belasan nyawa dalam tragedi memilukan ini.











