JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengungkap tabir di balik fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya belakangan ini, di mana teriknya matahari pada siang hari tiba-tiba berganti menjadi hujan lebat saat sore hingga malam.
Hasil investigasi tim meteorologi menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif akibat pemanasan permukaan yang sangat intens sejak pagi hari.
Berdasarkan data pantauan radar, hujan yang mengguyur tersebut umumnya terjadi tidak merata dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat.
Meskipun durasi hujan tergolong singkat, fenomena ini membawa risiko tinggi karena berpotensi besar disertai kilat, petir, serta tiupan angin kencang yang membahayakan keselamatan warga.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan suhu drastis yang menjadi ciri khas masa transisi atau pancaroba ini.
Langkah antisipasi sangat diperlukan, terutama saat awan gelap mulai terlihat menggantung setelah periode panas menyengat di tengah hari.











