JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengungkit kembali wacana pemberian gelar pahlawan nasional bagi aktivis buruh Marsinah dalam pidato peringatan Hari Buruh pada Jumat (01/05) di Jakarta.
Langkah strategis ini mencakup rencana peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, yang diklaim sebagai simbol kepedulian pemerintah terhadap hak-hak pekerja.
Di balik janji tersebut, para aktivis HAM menaruh curiga bahwa pemberian status pahlawan ini merupakan taktik politik untuk meredam tuntutan keadilan atas kasus pembunuhan Marsinah tahun 1993 yang penuh misteri.
Kalangan akademisi menegaskan bahwa tanpa pengungkapan dalang intelektual di balik penyiksaan sang aktivis, gelar pahlawan dikhawatirkan hanya menjadi upaya negara untuk menghapus utang sejarah atas kekerasan militeristik masa lalu.











