JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendesak perusahaan aplikator ojek online di Jakarta untuk segera memangkas potongan komisi hingga di bawah 10 persen demi meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi yang selama ini tercekik biaya aplikasi tinggi.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan mengenai ketimpangan pendapatan, di mana penelusuran mendalam menunjukkan adanya dugaan ‘potongan siluman’ yang membuat beban riil driver tetap tinggi meskipun tarif resmi sudah diatur pemerintah.
Para driver ojol menyambut instruksi tersebut dengan optimisme namun tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap celah teknis dalam algoritma aplikasi yang seringkali menyamarkan biaya tambahan di luar komponen komisi resmi.
Kini publik menantikan bagaimana mekanisme pengawasan ketat dari kementerian terkait untuk memastikan aturan ini benar-benar menyentuh akar masalah dan bukan sekadar menjadi janji manis di awal kepemimpinan.











