Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 3 Mei 2026 08:58 WITA

Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10 Persen, Driver Tagih Transparansi


 Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan terkait kebijakan ekonomi digital yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk mitra ojek online. (Foto: RSS) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan terkait kebijakan ekonomi digital yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk mitra ojek online. (Foto: RSS)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendesak perusahaan aplikator ojek online di Jakarta untuk segera memangkas potongan komisi hingga di bawah 10 persen demi meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi yang selama ini tercekik biaya aplikasi tinggi.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan mengenai ketimpangan pendapatan, di mana penelusuran mendalam menunjukkan adanya dugaan ‘potongan siluman’ yang membuat beban riil driver tetap tinggi meskipun tarif resmi sudah diatur pemerintah.

Para driver ojol menyambut instruksi tersebut dengan optimisme namun tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap celah teknis dalam algoritma aplikasi yang seringkali menyamarkan biaya tambahan di luar komponen komisi resmi.

Kini publik menantikan bagaimana mekanisme pengawasan ketat dari kementerian terkait untuk memastikan aturan ini benar-benar menyentuh akar masalah dan bukan sekadar menjadi janji manis di awal kepemimpinan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman 2026: Turis Asing Belanja Rp 23 Juta per Kunjungan

4 Mei 2026 - 16:24 WITA

Penyelidikan Terhadap Ketua Fed Jerome Powell Berpeluang Dibuka Kembali

4 Mei 2026 - 06:37 WITA

Industri Pengolahan Jadi Andalan Ekspor RI 2026: Benarkah Efektif?

4 Mei 2026 - 04:17 WITA

Pembangunan IFC Bali: Rosan Roeslani Selidiki Kesiapan Infrastruktur dan Regulasi

3 Mei 2026 - 16:05 WITA

Strategi blu by BCA Digital Perkuat Positioning Lewat blu For Her

3 Mei 2026 - 15:58 WITA

Eksploitasi Algoritma Ekonomi Gig: Ancaman di Balik Ilusi Kemitraan Buruh

3 Mei 2026 - 12:50 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis