NEW YORK – Seorang hakim federal di New York mengecam keras Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) era pemerintahan Trump setelah terungkapnya pelanggaran etika hukum yang dianggap mencederai integritas peradilan dalam kasus pembebasan seorang pria yang dituduh melakukan pembunuhan di luar negeri.
Investigasi menunjukkan bahwa pihak kementerian secara sengaja tidak memberikan informasi krusial mengenai status kriminal pria tersebut kepada hakim saat proses persidangan berlangsung, namun secara ironis justru menyerang keputusan hakim di ruang publik atas pembebasan individu itu.
Hakim Dorothy Harbeck menegaskan bahwa kegagalan pengungkapan fakta ini merupakan bentuk manipulasi informasi yang serius sehingga pihak pengadilan kini mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi hukum kepada departemen tersebut.
Temuan ini mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menyudutkan otoritas yudisial demi kepentingan narasi politik tertentu, sekaligus mengabaikan transparansi yang diwajibkan dalam prosedur hukum federal.











