LUSAKA – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kendali administrasi Trump dilaporkan tengah bersitegang dengan pemerintah Zambia terkait kesepakatan bantuan kesehatan yang kini mengalami kebuntuan di Lusaka akibat sengketa akses mineral kritis.
Penelusuran investigatif mengungkap bahwa kemacetan diplomasi ini dipicu oleh upaya Washington untuk mengamankan sumber daya tambang strategis sebagai imbal balik dari dukungan medis yang selama ini berjalan secara rutin.
Investigasi mendalam menunjukkan adanya pergeseran drastis dalam cara Amerika Serikat mengelola bantuan luar negerinya demi kepentingan domestik.
Administrasi Trump berupaya keras menggantikan peran United States Agency for International Development (USAID) dengan model alternatif baru yang mengusung doktrin “America First”.
Langkah ini memicu kekhawatiran besar di kalangan diplomat karena bantuan kemanusiaan kini secara terang-terangan dijadikan alat tawar-menawar untuk kepentingan ekstraktif.
Zambia sebagai salah satu produsen tembaga dan kobalt utama dunia kini terjepit di antara kebutuhan layanan kesehatan publik dan tekanan geopolitik untuk menyerahkan kontrol atas kekayaan alamnya kepada pihak asing.
Ketegangan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan luar negeri AS telah bertransformasi menjadi transaksional dengan mengutamakan keuntungan ekonomi langsung daripada diplomasi lunak tradisional.
Hingga berita ini diturunkan belum ada kesepakatan resmi mengenai kapan bantuan kesehatan tersebut akan dicairkan di tengah perdebatan yang masih menemui jalan buntu.











