WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan memberikan pujian setinggi langit kepada Khabib Nurmagomedov sekaligus melontarkan ledekan kepada Justin Gaethje saat menjamu sejumlah petarung UFC di Gedung Putih, Washington D.C., guna mempertegas kedekatannya dengan dunia olahraga tarung.
Langkah ini memicu analisis mendalam mengenai alasan sang presiden lebih memilih menyanjung dominasi atlet asal Rusia tersebut daripada memberikan pembelaan bagi Gaethje yang merupakan warga negaranya sendiri.
Investigasi terhadap retorika ini menunjukkan adanya upaya Trump untuk merangkul basis massa global yang masif dengan memanfaatkan popularitas Khabib sebagai simbol kemenangan mutlak di panggung internasional.
Pertemuan di pusat kekuasaan Amerika Serikat ini akhirnya menyingkap bagaimana olahraga kini dijadikan instrumen diplomasi dan pencitraan politik melalui narasi kekuatan yang secara spesifik dipilih oleh Trump.











