NASHVILLE – Pemerintah negara bagian Tennessee resmi menyetujui peta pembagian wilayah baru guna menghapus basis suara terakhir Partai Demokrat di wilayah Memphis melalui strategi politik yang kontroversial.
Langkah ini diambil setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat melemahkan Undang-Undang Hak Pilih tahun 1965, yang memberikan celah bagi politisi Partai Republik untuk memecah populasi mayoritas kulit hitam.
Analisis investigatif menunjukkan bahwa perubahan batas wilayah ini merupakan upaya sistematis untuk memenangkan kursi legislatif terakhir milik Demokrat demi memperkuat dominasi konservatif di tingkat nasional.
Manipulasi peta wilayah ini memicu kekhawatiran besar terkait ancaman terhadap representasi politik minoritas dan degradasi nilai demokrasi dalam perang redistricting yang terus berlanjut.











