JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan tertutup dengan Penasihat Presiden Korea Selatan di Jakarta untuk membedah dinamika geopolitik global serta mencari formula baru dalam upaya reunifikasi Semenanjung Korea yang kian kompleks.
Pertemuan yang berlangsung mendadak ini memicu pertanyaan besar mengenai peran diplomasi ‘jalur belakang’ yang dimainkan Megawati di tengah kebuntuan komunikasi antara Seoul dan Pyongyang.
Sumber internal mengisyaratkan adanya pembahasan mendalam mengenai posisi strategis Indonesia sebagai mediator penyeimbang kekuatan di kawasan Asia Timur yang saat ini sedang memanas.
Kunjungan tingkat tinggi ini mempertegas bahwa pengaruh diplomatik Megawati di kancah internasional tetap menjadi instrumen krusial yang melampaui batasan formal struktur pemerintahan saat ini.











