BRUSSEL – Uni Eropa secara resmi menetapkan aturan baru yang mewajibkan seluruh produsen smartphone menggunakan baterai lepas pasang mulai tahun 2027 di wilayah negara anggota demi menekan angka limbah elektronik yang terus membengkak.
Langkah berani ini diambil setelah melalui serangkaian tinjauan mendalam mengenai pola konsumsi perangkat digital yang dianggap semakin boros dan merusak lingkungan.
Penelusuran menunjukkan bahwa regulasi ini bukan sekadar soal kenyamanan pengguna, melainkan upaya sistematis untuk mematahkan praktik ‘planned obsolescence’ atau pembatasan usia pakai yang sering dilakukan perusahaan teknologi besar.
Dengan mewajibkan baterai yang mudah diganti tanpa alat khusus, Uni Eropa memaksa industri untuk mendesain ulang perangkat agar memiliki usia pakai lebih panjang tanpa konsumen harus membeli unit baru saat performa baterai menurun.
Selain aspek kemudahan perbaikan, kebijakan ini menargetkan sirkularitas ekonomi dengan mewajibkan pengumpulan kembali baterai bekas secara lebih masif hingga 73 persen pada tahun 2030.
Keputusan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar teknologi global karena para raksasa teknologi harus menyesuaikan standar desain mereka atau berisiko kehilangan akses ke pasar Eropa yang sangat strategis.











