JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Teheran di tengah memanasnya situasi geopolitik baru-baru ini.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana mencoba menelisik motif di balik sikap skeptis Washington yang bisa memicu eskalasi konflik lebih luas.
Hikmahanto memprediksi terdapat dua kemungkinan besar yang akan diambil oleh Amerika Serikat jika mereka benar-benar menolak mentah-mentah proposal baru tersebut.
Skenario pertama yang sangat diwaspadai adalah peluncuran serangan militer oleh AS ke wilayah Iran, sementara kemungkinan kedua adalah terjadinya gencatan senjata secara sepihak namun tanpa diikuti oleh proses perundingan formal yang jelas.











