JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap temuan mengejutkan mengenai 112 anak di Indonesia yang terindikasi terpapar aksi radikalisme melalui platform gim populer Roblox di Jakarta baru-baru ini.
Kepala BNPT Eddy Hartono menyatakan dalam penelusuran mendalam bahwa kelompok radikal kini beralih memanfaatkan ruang virtual gim untuk melakukan rekrutmen dan indoktrinasi terhadap anak-anak di bawah umur.
Hasil investigasi menunjukkan data yang lebih mengkhawatirkan, di mana salah satu dari anak-anak tersebut dilaporkan sudah mencapai tahap radikalisasi akut dan siap untuk melakukan aksi serangan fisik.
Menanggapi celah keamanan ini, pihak Roblox akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup fitur obrolan atau chat bagi pengguna anak guna memutus rantai komunikasi gelap yang digunakan oleh jaringan radikal.











