JAKARTA – Para peneliti astronomi tengah memantau pergerakan benda langit yang diprediksi akan menghiasi langit Indonesia sepanjang Mei, termasuk puncak hujan meteor Eta Aquarids dan fenomena langka Blue Moon.
Kejadian alam yang melibatkan sisa-sisa Komet Halley ini diperkirakan mencapai puncaknya pada pekan pertama Mei di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan data baru bagi para pengamat antariksa.
Hasil penelusuran terhadap mekanisme orbit menunjukkan bahwa intensitas meteor kali ini dipicu oleh kepadatan partikel debu kosmik yang tertinggal di jalur lintasan Bumi.
Selain itu, investigasi pada siklus lunar mengungkap kehadiran Blue Moon sebagai purnama tambahan yang menjadi anomali kalender langit tahun ini.
Tim ahli menyarankan masyarakat untuk melakukan pengamatan di lokasi minim polusi cahaya guna membedah keindahan rahasia alam semesta ini secara langsung.











