BEIJING – Industri hiburan China kini tengah diguncang oleh gelombang drama mikro berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memicu konflik hukum serta krisis lapangan kerja bagi aktor lokal di Beijing baru-baru ini.
Penelusuran mendalam mengungkap bahwa teknologi ini tidak hanya mengubah efisiensi produksi konten, tetapi juga secara agresif mengancam privasi serta hak cipta para selebritas papan atas.
Sejumlah pesohor mulai melayangkan ancaman tuntutan hukum terhadap perusahaan teknologi yang diduga menggunakan kemiripan wajah dan suara mereka tanpa izin untuk konten digital.
Kondisi ini diperparah dengan keluhan para aktor yang mengaku peluang kerja mereka kini drastis menurun karena studio lebih memilih karakter buatan mesin yang jauh lebih murah.











