BRUSSELS – Hampir seluruh wilayah Eropa dilanda suhu panas ekstrem sepanjang tahun 2025 akibat percepatan pemanasan benua yang melampaui rata-rata global, memicu rentetan bencana alam yang menghancurkan menurut laporan European State of the Climate yang baru saja dirilis.
Investigasi terhadap data iklim tersebut mengungkap bahwa kenaikan suhu yang tidak wajar ini telah memicu kebakaran hutan hebat, banjir bandang, hingga gelombang panas yang mencapai wilayah sub-Arktik.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Benua Biru sedang menghadapi ancaman perubahan iklim yang jauh lebih agresif dibandingkan wilayah lain di dunia.
Para peneliti kini menyoroti adanya kegagalan sistemik dalam mitigasi lingkungan karena dampak cuaca ekstrem ini mulai merusak stabilitas ekosistem dan ekonomi kawasan secara luas.











