WASHINGTON – Anggota Kongres Amerika Serikat, Eric Swalwell, kini berada di bawah sorotan investigasi setelah dituduh memanfaatkan media sosial secara sistematis untuk membangun citra publik sekaligus menjalin hubungan dengan sejumlah wanita di Washington.
Penyelidikan ini mengungkap bahwa keahlian digital yang selama ini menjadi kekuatan politiknya ternyata juga digunakan untuk tujuan personal yang kini dipermasalahkan oleh para pelapor.
Beberapa tahun kemudian, para wanita tersebut menggunakan taktik serupa dengan memanfaatkan aplikasi perpesanan dan jaringan influencer untuk mengorganisir kekuatan serta memvalidasi pengalaman mereka secara kolektif.
Fenomena ini menandai babak baru dalam pertanggungjawaban figur publik, di mana senjata media sosial yang pernah digunakan untuk memperkuat pengaruh kini berbalik menjadi instrumen bagi para penuduhnya untuk menuntut keadilan.











