BEKASI – Seorang bocah bernama Afna berhasil selamat dari kecelakaan maut kereta api yang menewaskan 15 orang di Stasiun Bekasi Timur pada sore hari tadi.
Ia berjuang menghubungi ayahnya, Rahmat, menggunakan fitur panggilan pada jam tangan pintarnya di tengah kepanikan luar biasa dan puing-puing gerbong di lokasi kejadian.
Rahmat baru mengetahui kabar keselamatan sang putri menjelang tengah malam setelah sempat mengalami kegelisahan akibat minimnya pemutakhiran data manifes korban di posko darurat.
Tim investigasi kini sedang mendalami penyebab kecelakaan maut tersebut serta menyoroti pentingnya perangkat teknologi pelacak bagi penumpang di situasi krisis.











