JAKARTA – Sejumlah penyintas kekerasan seksual di lingkungan kampus di Indonesia menyuarakan kesaksian pilu terkait intimidasi dan tekanan sosial yang mereka alami saat mencoba melaporkan kasus tersebut demi mencari keadilan baru-baru ini.
Di balik angka kasus kekerasan seksual yang terus meningkat secara nasional, terdapat sebagian kisah pilu para korban yang selama ini tidak terungkap ke publik.
Para pelapor yang berniat membongkar kejahatan di dunia akademik ini justru sering kali harus menerima serangan balik yang menyakitkan.
Beberapa penyintas mengaku mendapatkan tuduhan tidak berdasar seperti dianggap sedang berhalusinasi oleh pihak-pihak tertentu.
Selain itu, mereka juga harus menghadapi intimidasi fisik maupun psikis hingga tekanan sosial yang luar biasa dari lingkungan sekitar.
Kondisi ini menambah daftar panjang hambatan bagi para korban untuk mendapatkan ruang aman di institusi pendidikan.
Perlu adanya perlindungan yang lebih ketat agar suara para penyintas tidak dibungkam oleh kekuatan sistemik di dalam kampus.











