MANILA – Menteri Luar Negeri Sugiono secara mengejutkan membongkar agenda krusial dalam KTT ASEAN ke-48 di Manila, Filipina, pada Jumat (8/5) yang menyoroti kebuntuan penyelesaian krisis politik Myanmar serta kembali mencuatnya konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja.
Pertemuan tingkat tinggi ini mengisyaratkan adanya tekanan diplomatik yang lebih dalam di balik layar guna memecah kebuntuan stabilitas kawasan yang selama ini sering tertutup oleh retorika normatif para pemimpin negara.
Penelusuran terhadap pernyataan Menlu Sugiono menunjukkan bahwa sengketa perbatasan tersebut bukan sekadar masalah lahan, melainkan indikasi adanya pergeseran pengaruh kekuatan militer yang berisiko meretakkan solidaritas blok regional di tengah ketidakpastian politik Myanmar.
ASEAN kini ditantang untuk membuktikan apakah mekanisme internal mereka benar-benar mampu meredam api konflik lama atau justru semakin tenggelam dalam ketidakberdayaan birokrasi antarnegara yang berkepanjangan.











