Menu

Mode Gelap

Internasional · 6 Mei 2026 16:24 WITA

Investigasi Tekanan Netanyahu: Obama Dihasut Bombardir Iran


 Dokumentasi pertemuan diplomatik antara Barack Obama dan Benjamin Netanyahu yang diwarnai perbedaan pandangan tajam soal isu Iran. (Foto: RSS) Perbesar

Dokumentasi pertemuan diplomatik antara Barack Obama dan Benjamin Netanyahu yang diwarnai perbedaan pandangan tajam soal isu Iran. (Foto: RSS)

WASHINGTON D.C. – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengungkap fakta mengejutkan dalam sebuah laporan terbaru mengenai tekanan diplomatik intens dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berulang kali menghasutnya untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran di Washington D.C. selama masa jabatannya.

Penelusuran mendalam terhadap pengakuan ini menunjukkan adanya ketegangan rahasia di balik layar yang berupaya menyeret militer AS ke dalam lubang konflik terbuka di wilayah Timur Tengah secara sengaja.

Netanyahu dilaporkan menggunakan pengaruh politiknya untuk memaksa Gedung Putih menghancurkan seluruh fasilitas nuklir Teheran melalui jalur kekerasan, meskipun pihak Obama secara konsisten lebih memilih pendekatan diplomasi melalui kesepakatan nuklir yang sangat ketat.

Langkah provokatif PM Israel ini membongkar dinamika hubungan kekuasaan antara AS dan Israel yang ternyata jauh lebih kompleks serta penuh risiko keamanan global daripada yang selama ini dicitrakan kepada publik.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah pada Trump: Hanya Tunduk pada Allah

6 Mei 2026 - 17:25 WITA

Trump Klaim Pemimpin Iran Pecah, Presiden Pezeshkian Beri Bantahan Tegas

6 Mei 2026 - 16:55 WITA

Hakim Shin Jong O Tewas, Misteri di Balik Vonis Eks Ibu Negara Korsel

6 Mei 2026 - 16:20 WITA

Investigasi WHO: Dugaan Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius

6 Mei 2026 - 15:40 WITA

Investigasi: Trump Cari ‘Peluru Perak’ Akhiri Konflik Iran Lewat Sanksi

6 Mei 2026 - 12:53 WITA

Investigasi Serangan Maut Rusia: 12 Warga Tewas di Zaporizhzhia

6 Mei 2026 - 12:49 WITA

Trending di Internasional