WASHINGTON D.C. – Mantan Presiden AS Barack Obama baru-baru ini di Washington memberikan pembelaan mendalam terkait kesepakatan nuklir Iran 2015 (JCPOA) yang diklaimnya sukses mencegah perang tanpa harus memakan banyak korban jiwa.
Investigasi terhadap pernyataan tersebut menunjukkan fokus Obama pada efektivitas diplomasi, di mana ia secara eksplisit mengklaim bahwa 97 persen uranium yang diperkaya oleh Iran berhasil dilucuti melalui meja perundingan.
Meskipun klaim ini dibanggakan sebagai pencapaian tanpa pertumpahan darah, sejumlah analis menelusuri kembali apakah pengawasan ketat terhadap fasilitas Teheran tersebut benar-benar menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini seolah menjadi pesan investigatif bagi pemerintahan saat ini bahwa pendekatan non-militer mampu mencapai hasil signifikan dalam membatasi ambisi senjata nuklir sebuah negara.











