Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Apr 2026 17:43 WITA

BMKG Ungkap Misteri Siang Panas Terik Tapi Sore Hujan Deras


 Awan kumulonimbus yang terbentuk akibat pemanasan intens memicu hujan lebat mendadak di sore hari. (Foto: RSS) Perbesar

Awan kumulonimbus yang terbentuk akibat pemanasan intens memicu hujan lebat mendadak di sore hari. (Foto: RSS)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengungkap tabir di balik fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya belakangan ini, di mana teriknya matahari pada siang hari tiba-tiba berganti menjadi hujan lebat saat sore hingga malam.

Hasil investigasi tim meteorologi menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif akibat pemanasan permukaan yang sangat intens sejak pagi hari.

Berdasarkan data pantauan radar, hujan yang mengguyur tersebut umumnya terjadi tidak merata dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga lebat.

Meskipun durasi hujan tergolong singkat, fenomena ini membawa risiko tinggi karena berpotensi besar disertai kilat, petir, serta tiupan angin kencang yang membahayakan keselamatan warga.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan suhu drastis yang menjadi ciri khas masa transisi atau pancaroba ini.

Langkah antisipasi sangat diperlukan, terutama saat awan gelap mulai terlihat menggantung setelah periode panas menyengat di tengah hari.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kisah Farwiza Farhan Jaga Ekosistem Leuser dari Ancaman Korporasi

2 Mei 2026 - 14:37 WITA

Partai Ummat Sesalkan Pernyataan Amien Rais Soal Prabowo-Teddy: Dianggap Offside

2 Mei 2026 - 12:16 WITA

Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo vs Avanza di Grobogan: 4 Tewas

2 Mei 2026 - 11:24 WITA

Janji Prabowo di May Day 2026: Kado Kesejahteraan atau Retorika Politik?

2 Mei 2026 - 08:48 WITA

Fauzi Amro dan Anggawira Pimpin HA IPB: Deretan Menteri Masuk Pengurus

1 Mei 2026 - 08:13 WITA

Kondisi Perlintasan Kereta Bekasi Pasca Kecelakaan KRL: Normal Namun Rawan

30 April 2026 - 23:26 WITA

Trending di Nasional