JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan angin segar bagi para pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta dengan menjanjikan skema cicilan rumah berbunga sangat rendah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Janji politik ini bertujuan untuk memutus rantai kesulitan kepemilikan hunian yang selama ini menjadi beban ekonomi utama kelas menengah ke bawah.
Namun di balik janji tersebut muncul pertanyaan besar mengenai sumber pendanaan dan mekanisme subsidi bunga yang akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kebijakan ini merupakan solusi konkret atau sekadar retorika populer di tengah tingginya angka backlog perumahan nasional.
Pemerintah dikabarkan berencana menekan suku bunga hingga ke level minimum agar angsuran bulanan tidak lagi mencekik kantong buruh dan rakyat kecil.
Langkah ambisius ini diprediksi akan mengubah lanskap industri perbankan dan properti secara signifikan jika benar-benar direalisasikan secara transparan dalam masa jabatan mendatang.











