KUPANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah melakukan akselerasi pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, demi mewujudkan fasilitas pengamatan antariksa tercanggih di Asia Tenggara yang ditargetkan segera rampung.
Upaya ini terdeteksi sebagai langkah strategis untuk menempatkan Indonesia pada peta astronomi dunia dengan mengoperasikan teleskop berdiameter 3,8 meter yang diklaim paling kuat di kawasan regional.
Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa pemilihan lokasi di Kupang didasari oleh kondisi langit yang minim polusi cahaya sehingga sangat ideal untuk memantau objek langit jauh yang selama ini sulit terjangkau.
Kehadiran proyek mercusuar ini diharapkan mampu mengakhiri ketergantungan riset nasional pada data asing sekaligus memperkuat sistem pertahanan antariksa dalam negeri secara berkelanjutan.











