JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv secara resmi mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mengakselerasi swasembada beras nasional di Jakarta baru-baru ini.
Pencapaian ini memicu perhatian publik setelah data menunjukkan adanya lonjakan cadangan beras yang signifikan hingga menembus angka 5,1 juta ton di gudang-gudang pemerintah.
Keberhasilan tersebut diklaim sebagai buah dari strategi mekanisasi dan efisiensi birokrasi yang masif, meskipun tim investigasi perlu memvalidasi apakah distribusi stok ini sudah merata hingga ke daerah terpencil.
Namun, Rajiv menekankan bahwa di balik angka fantastis 5,1 juta ton tersebut, legislatif akan terus menelusuri akurasi data produksi di tingkat petani guna memastikan tidak ada ketimpangan antara laporan statistik dan realitas pasar.
Sorotan investigatif kini tertuju pada keberlanjutan program jangka panjang Mentan Amran agar swasembada ini tidak bersifat musiman melainkan menjadi kedaulatan pangan yang permanen.
Rajiv menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap anggaran ketahanan pangan agar setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani dan stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Dengan cadangan pangan yang melimpah, tantangan berikutnya bagi Kementerian Pertanian adalah membuktikan bahwa penguatan stok ini mampu menekan laju impor secara total di masa depan.











