NASHVILLE – Partai Republik di Tennessee secara agresif merombak peta pemilihan guna merebut kursi terakhir Partai Demokrat di Memphis setelah sebelumnya sukses memecah Nashville menjadi tiga wilayah pendukung Republik pada 2022 lalu demi memperkuat dominasi politik mereka di tingkat nasional.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa strategi gerrymandering ini memanfaatkan celah hukum pasca keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait hak pilih yang memberikan ruang bagi perubahan batas wilayah di kawasan urban.
Langkah ini memicu kekhawatiran mengenai hilangnya representasi kelompok minoritas di Memphis, yang kini menjadi target utama dalam upaya sistematis untuk menghapus basis pertahanan terakhir kaum liberal di negara bagian tersebut.
Para kritikus menilai bahwa taktik pembagian wilayah ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan upaya manipulasi geografis yang dirancang untuk mematikan suara oposisi secara permanen.











