SEOUL – Seoul, Korea Selatan – Pemerintah dan otoritas keagamaan secara resmi memperkenalkan ‘Gabi’, robot biksu pertama di negara tersebut, pada Rabu (6/5) sebagai langkah futuristik menyambut perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada 24 Mei mendatang.
Kehadiran Gabi memicu tanda tanya besar mengenai motif tersembunyi di balik integrasi kecerdasan buatan ke dalam ritual sakral yang selama ini mengedepankan aspek kemanusiaan.
Penelusuran mendalam mengindikasikan bahwa penggunaan robot ini bukan sekadar seremoni teknologi, melainkan strategi digitalisasi masif untuk merespons penurunan drastis minat religius di kalangan generasi muda Korea.
Fenomena ini menandai pergeseran radikal dalam praktik spiritualitas modern di mana algoritma kini mulai mengambil alih peran bimbingan moral yang sebelumnya eksklusif milik manusia.











