BRUSSEL – Sejumlah negara Eropa yang merupakan sekutu utama Amerika Serikat secara mengejutkan menutup akses pangkalan militer dan ruang udara mereka bagi Washington untuk melancarkan serangan terhadap Iran guna meredam eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Langkah diplomatik ini terungkap dari penelusuran mendalam terhadap kebijakan pertahanan sekutu Barat yang menunjukkan keengganan negara-negara strategis untuk terlibat dalam konfrontasi langsung yang berisiko memicu perang regional besar.
Investigasi terhadap dinamika internal NATO mengindikasikan bahwa penolakan penggunaan markas tempur ini memaksa Pentagon untuk merombak ulang strategi logistik serta mencari jalur alternatif di luar wilayah kedaulatan Eropa.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat terjadinya keretakan koordinasi strategis antara Amerika Serikat dengan mitranya di tengah upaya internasional dalam menekan ketegangan di kawasan Teluk.











