KYIV – Militer Rusia meluncurkan serangan drone dan rudal skala terbesar sepanjang sejarah perang yang menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, hingga menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan warga sipil lainnya.
Operasi udara masif ini menjadi sorotan tajam karena terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Vladimir Putin melontarkan pernyataan publik bahwa konflik tersebut bisa segera berakhir melalui jalur diplomasi.
Pola serangan yang menyasar titik-titik krusial ini mengindikasikan adanya kesenjangan yang disengaja antara retorika perdamaian Kremlin dengan realitas agresi militer yang justru semakin meningkat di lapangan.
Tim investigasi kini tengah menelusuri jenis teknologi drone yang digunakan, di tengah dugaan adanya koordinasi taktis baru yang memungkinkan Rusia melancarkan serangan dengan intensitas yang melampaui kemampuan pertahanan udara biasanya.











