NEW YORK – Sebuah tren penulisan obituari yang menonjolkan kejujuran brutal dan humor kini mulai marak digunakan oleh keluarga yang berduka di Amerika Serikat untuk mengenang sosok tercinta secara lebih manusiawi.
Berbeda dengan narasi tradisional yang cenderung kaku dan formal, pendekatan baru ini sengaja menyisipkan anekdot lucu hingga pengakuan jujur mengenai perilaku buruk atau keunikan mendiang semasa hidupnya.
Investigasi terhadap fenomena ini mengungkap bahwa banyak keluarga merasa obituari konvensional sering kali gagal menangkap esensi karakter asli seseorang yang penuh warna.
Para peneliti mencatat bahwa teks-teks yang tidak lazim ini justru memberikan kesan yang jauh lebih hidup dan emosional dibandingkan sekadar daftar prestasi atau ucapan duka yang somber.











