BEIRUT – Sebanyak empat prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, menyusul wafatnya Praka Rico Pramudia akibat luka parah pasca-serangan bersenjata pada akhir Maret lalu.
Investigasi atas rentetan insiden ini menunjukkan adanya peningkatan eskalasi serangan di zona hijau yang menempatkan personel penjaga perdamaian dalam posisi rentan terhadap target militer pihak bertikai.
Catatan empat kematian ini memicu pertanyaan krusial mengenai efektivitas protokol perlindungan dan keamanan bagi Kontingen Garuda di tengah memanasnya situasi geopolitik di perbatasan Lebanon.
Hingga saat ini, otoritas militer terus mendalami kronologi serangan guna memastikan langkah mitigasi risiko bagi ratusan prajurit Indonesia lainnya yang masih bertugas di garda terdepan.











