BEIRUT – Sebanyak enam personel Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat rentetan serangan bersenjata di wilayah Lebanon dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Investigasi awal menunjukkan adanya pola peningkatan eskalasi yang secara spesifik menyasar titik-titik krusial penjagaan perdamaian di sepanjang garis perbatasan zona konflik.
Temuan lapangan mengindikasikan bahwa serangan-serangan tersebut diduga kuat bukan merupakan ketidaksengajaan, melainkan bagian dari upaya pelemahan mandat internasional di wilayah tersebut.
Pihak PBB kini tengah mendalami jenis proyektil dan koordinat asal serangan guna menuntut pertanggungjawaban hukum atas pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional ini.











