SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat di Semarang untuk mewaspadai ancaman hoaks yang kian masif demi menjaga stabilitas daerah dari potensi perpecahan sosial.
Penelusuran mendalam mengindikasikan bahwa peredaran informasi palsu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan sering kali dirancang oleh pihak tertentu sebagai alat manipulasi opini publik yang merusak.
Luthfi menekankan bahwa setiap individu harus memiliki filter yang kuat karena informasi seharusnya berfungsi sebagai instrumen pembangunan nasional, bukan sebagai senjata untuk memicu polarisasi di tengah warga.
Langkah pengawasan terhadap ruang siber kini diperketat guna mengidentifikasi aktor di balik penyebaran disinformasi yang bertujuan mengganggu kondusivitas wilayah Jawa Tengah.











