PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho resmi menerima penghargaan serta kucuran insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri di Jakarta baru-baru ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Pencapaian ini memicu sorotan mendalam mengenai keakuratan integrasi data di tingkat kelurahan yang menjadi basis penilaian kementerian dalam mengalokasikan dana segar tersebut ke kas daerah.
Dibalik seremoni tersebut, publik kini menanti bukti konkret apakah penurunan angka statistik ini benar-benar mencerminkan perbaikan gizi anak dan peningkatan daya beli masyarakat di titik-titik kumuh perkotaan secara riil.
Pemerintah Kota Pekanbaru dituntut untuk transparan dalam mengelola dana insentif fiskal tersebut agar tidak terjebak dalam serapan anggaran rutin, melainkan menjadi solusi permanen bagi masalah kemiskinan struktural.











