ISLAMABAD – Menteri Luar Negeri Iran tetap menjadwalkan kunjungan diplomatik krusial ke Islamabad, Pakistan, pada Minggu (26/4) guna menemui para mediator internasional sebagai respons atas memanasnya situasi geopolitik.
Langkah strategis ini tetap dilakukan meskipun secara mengejutkan pihak Donald Trump membatalkan perjalanan utusan resminya ke lokasi yang sama secara mendadak.
Investigasi awal menunjukkan adanya pergerakan diplomasi bawah tanah yang berusaha mencari celah kesepakatan baru tanpa keterlibatan langsung Amerika Serikat di meja perundingan.
Fokus pertemuan ini diduga kuat berkaitan dengan upaya Iran memecah kebuntuan sanksi melalui pengaruh Pakistan sebagai penengah utama di kawasan tersebut.











