JAKARTA – Nilai tukar rupiah dilaporkan terus mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp17.237 per dolar AS di pasar uang Jakarta pada Selasa (28/4) pagi, setelah merosot 26 poin atau sekitar 0,15 persen akibat eskalasi sentimen ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Penurunan nilai mata uang garuda ini memicu investigasi lebih lanjut mengenai seberapa besar efektivitas cadangan devisa nasional dalam menahan guncangan eksternal yang terus menekan pasar keuangan domestik.
Para pengamat ekonomi mencurigai adanya aliran modal keluar yang cukup masif seiring dengan langkah para investor yang mulai mengamankan aset mereka ke mata uang ‘safe haven’ demi menghindari risiko geopolitik global yang kian memanas.
Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau langkah strategis Bank Indonesia dan Pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko agar pelemahan rupiah tidak memberikan dampak domino pada lonjakan harga barang pokok di dalam negeri.











