MOGADISHU – Empat warga negara Indonesia (WNI), termasuk seorang kapten kapal, menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bajak laut bersenjata di perairan Somalia saat sedang melakukan pelayaran internasional bersama belasan kru warga asing lainnya.
Dalam insiden mencekam tersebut, sang kapten kapal sempat meneriakkan permohonan agar tidak ditembak dengan menegaskan identitasnya sebagai seorang Muslim untuk melunakkan hati para perompak.
Hasil penelusuran mendalam menunjukkan bahwa risiko keamanan di wilayah tanduk Afrika kembali meningkat, sehingga memicu desakan dari sejumlah peneliti agar pemerintah segera mengambil langkah strategis.
Seorang peneliti menyarankan agar pemerintah mengedepankan pendekatan diplomasi non-formal melalui jaringan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam guna mempermudah proses negosiasi pembebasan para sandera tersebut.











