BEKASI – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM untuk mengusut tuntas legalitas izin operasional perusahaan taksi tersebut pasca kecelakaan fatal yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di lintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Langkah investigatif ini diambil untuk mendalami dugaan kelalaian operasional armada taksi listrik tersebut yang disinyalir menjadi pemicu utama gangguan hebat pada jadwal perjalanan kereta api nasional.
Otoritas perhubungan kini tengah menelisik kepatuhan regulasi penyedia jasa transportasi tersebut guna memastikan standar keselamatan publik tidak dikorbankan demi ekspansi bisnis.
Selain pemanggilan manajemen, Kemenhub juga akan mengevaluasi prosedur keamanan di perlintasan sebidang untuk mencegah insiden serupa yang mengancam nyawa penumpang dan awak kereta.











