Menu

Mode Gelap

Pemerintah · 29 Apr 2026 23:08 WITA

PAM Jaya Desak Warga Jakarta Setop Air Tanah, Krisis Ekologi Mengintai?


 Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, saat memberikan keterangan terkait kebijakan penghentian penggunaan air tanah bagi pelanggan di Jakarta. (Foto: RSS) Perbesar

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, saat memberikan keterangan terkait kebijakan penghentian penggunaan air tanah bagi pelanggan di Jakarta. (Foto: RSS)

JAKARTA – Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, secara tegas mendesak warga Jakarta yang telah terhubung jaringan pipa air bersih untuk segera menghentikan eksploitasi air tanah guna menekan laju penurunan muka tanah di ibu kota yang kian mengkhawatirkan.

Himbauan ini menjadi sinyal kuat mengenai upaya pemerintah daerah dalam memutus ketergantungan pada sumber air bawah tanah yang selama ini memicu krisis ekologis serius di berbagai wilayah Jakarta.

Langkah ini ditengarai bukan sekadar imbauan biasa, melainkan bagian dari strategi besar untuk menyelamatkan kota dari ancaman tenggelam akibat penyedotan air tanah secara masif yang masih sulit diawasi secara menyeluruh.

Kini tantangan besar berada pada konsistensi penyediaan kualitas air perpipaan dan ketegasan regulasi agar masyarakat benar-benar beralih sepenuhnya tanpa harus kembali bergantung pada sumur bor yang merusak lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mendagri Apresiasi Peran TNI Jaga Inflasi: Strategi Stabilisasi atau Darurat Ekonomi?

29 April 2026 - 22:37 WITA

Wamendagri Bima Arya Dorong Aglomerasi Sektoral Atasi Macet dan Banjir

29 April 2026 - 22:25 WITA

Hanif Faisol Serahkan Jabatan Menteri LH ke Jumhur Hidayat

29 April 2026 - 19:35 WITA

Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Peran Strategis TNI Kendalikan Inflasi

29 April 2026 - 19:16 WITA

Gedung Putih Desak DPR AS Cairkan Anggaran DHS, Kecam Taktik Mike Johnson

29 April 2026 - 18:19 WITA

Investigasi Debat Gubernur California di Pomona College: Taktik Agresif Jelang Pemilu

29 April 2026 - 16:56 WITA

Trending di Pemerintah