SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya resmi mengirimkan sepasang komodo dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke iZoo Jepang guna menjalankan misi konservasi internasional pada pekan ini.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk upaya breeding loan atau pinjam guna satwa untuk memperkuat populasi kadal terbesar di dunia tersebut di kancah global.
Program kerja sama ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan mekanisme diplomasi lingkungan yang memerlukan pengawasan ketat dari otoritas terkait.
Berdasarkan pendalaman informasi, pengiriman komodo jantan dan betina ini merupakan bagian dari perjanjian jangka panjang untuk memastikan keberhasilan pengembangbiakan di luar habitat asli.
Pihak iZoo Jepang dipilih karena rekam jejaknya yang mumpuni dalam menangani reptil langka secara profesional.
Kini muncul pertanyaan mengenai transparansi proses pemantauan kondisi kesehatan dan keamanan satwa selama berada di negeri sakura tersebut.
Sebagai imbalan dari kesepakatan ini, pihak Jepang dijadwalkan akan mengirimkan sejumlah satwa eksotis koleksi mereka untuk memperkaya biodiversitas di KBS.
Meski jenis satwa yang akan dikirim dari Jepang belum dipublikasikan secara mendetail, diprediksi koleksi tersebut memiliki nilai konservasi dan daya tarik edukasi yang tinggi.
Skema barter satwa ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga mampu meningkatkan standar riset genetik komodo di level internasional.











