BRUSSELS – Sejumlah pejabat intelijen di berbagai negara Eropa kini tengah memperdalam investigasi terhadap serangkaian serangan yang menyasar target-target komunitas Yahudi sebagai dugaan praktik strategi hybrid warfare atau perang hibrida.
Operasi ini diduga dikendalikan oleh kelompok Islamis bayangan yang sengaja menggunakan metode operasional berbiaya rendah dan tidak canggih untuk menyebarkan ketakutan serta instabilitas di tengah masyarakat.
Temuan awal penyelidikan menunjukkan bahwa pemilihan taktik sederhana ini bertujuan untuk menghindari deteksi dini radar keamanan otoritas setempat sembari tetap menciptakan dampak psikologis yang masif bagi warga.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus melacak pola pendanaan dan jaringan komunikasi para pelaku guna membongkar aktor utama di balik ancaman yang mengganggu stabilitas sosial di wilayah Uni Eropa tersebut.











