REYKJAVIK – UNESCO secara resmi memasukkan budaya kolam renang komunal dan bak mandi air panas Islandia ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda pekan ini guna mengakui peran krusialnya sebagai pusat interaksi sosial warga di seluruh negeri.
Keputusan tersebut diambil setelah badan PBB tersebut melihat keunikan tradisi berendam yang telah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Islandia selama berabad-abad.
Namun, penelusuran lebih dalam menunjukkan bahwa tidak semua warga lokal menyambut gembira label prestisius ini karena adanya ketakutan akan lonjakan turis yang dapat merusak suasana intim kolam-kolam tersebut.
Beberapa penduduk setempat mencurigai bahwa pengakuan UNESCO hanyalah langkah awal untuk mengubah ruang sakral komunitas menjadi komoditas pariwisata yang lebih mengutamakan keuntungan ekonomi daripada fungsi sosial aslinya.
Kekhawatiran ini muncul di tengah tren kenaikan harga tiket masuk dan semakin sulitnya warga lokal menemukan waktu tenang untuk bersosialisasi tanpa gangguan kerumunan wisatawan mancanegara.
Para pengamat budaya kini mulai mempertanyakan apakah perlindungan internasional ini akan benar-benar melestarikan tradisi atau justru mempercepat hilangnya identitas lokal akibat tekanan industri pariwisata yang masif.











