TEHRAN – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei secara terang-terangan menuding keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab sebagai dalang utama ketidakamanan di kawasan Timur Tengah dalam pernyataan resminya di Tehran baru-baru ini.
Sindiran tajam mengenai ‘pangkalan boneka’ tersebut memicu penelusuran lebih dalam mengenai sejauh mana ketergantungan negara-negara tetangga terhadap intervensi militer asing yang dinilai mengancam kedaulatan serta stabilitas regional.
Melalui perspektif investigatif, pernyataan ini menyingkap tabir persaingan pengaruh antara Teheran dan Washington yang menggunakan infrastruktur militer di negara pihak ketiga sebagai instrumen tekanan politik yang sistematis.
Kondisi ini diprediksi akan terus memperuncing eskalasi di kawasan selama kehadiran militer luar negeri masih dianggap sebagai ancaman nyata bagi kemandirian negara-negara di Timur Tengah.











