MALUKU TENGAH – Warga Negeri Sepa di Kabupaten Maluku Tengah hingga kini masih konsisten mempertahankan tradisi leluhur bernama ‘Nahuwe’ guna menyokong keberangkatan calon jemaah haji dari wilayah mereka.
Tradisi kolektif ini mewajibkan warga yang berada dalam satu garis marga untuk memberikan sumbangan berupa makanan hingga dana segar kepada kerabat yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Fenomena sosial ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekerabatan di Maluku dalam menghadapi beban finansial ibadah haji yang kian meningkat.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa mekanisme ‘Nahuwe’ bekerja melalui sistem pengumpulan dukungan logistik yang terorganisir secara adat.
Setiap keluarga dalam marga yang sama merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meringankan beban calon jemaah agar mereka dapat fokus beribadah tanpa terbebani masalah materi.
Praktik ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebuah sistem asuransi sosial berbasis kearifan lokal yang telah teruji melintasi berbagai generasi.
Selain aspek ekonomi, tradisi ‘Nahuwe’ menjadi instrumen investigatif untuk melihat sejauh mana ketahanan budaya masyarakat pesisir Maluku di tengah arus modernisasi.
Para tokoh adat setempat memastikan nilai-nilai gotong royong ini tidak luntur dengan melibatkan generasi muda dalam setiap prosesi pengumpulan bantuan.
Keberlangsungan tradisi ini membuktikan bahwa kekuatan komunal mampu menjadi solusi mandiri bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban religius sekaligus mempererat integrasi sosial di tingkat desa.











