SINGAPURA – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memberikan jaminan perlindungan bagi para buruh di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI) saat menyampaikan pidato Hari Buruh di Singapura pada Rabu (1/5) guna meredam potensi krisis lapangan kerja.
Langkah ini diambil setelah munculnya desakan publik yang mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi gelombang otomatisasi yang mulai mengancam stabilitas ekonomi sektor menengah ke bawah.
Penelusuran lebih mendalam menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan teknologi dan kesiapan keterampilan SDM, sehingga Wong berjanji akan merancang kebijakan yang memprioritaskan penciptaan lapangan kerja baru yang lebih adaptif.
Ia mengakui adanya dampak kecemasan psikologis dan ekonomi yang nyata, yang jika tidak segera diintervensi melalui regulasi ketat, berisiko menciptakan pengangguran struktural akibat dominasi AI di masa depan.











