JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda secara resmi mendukung arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menekan potongan tarif aplikator ojek online hingga di bawah 10 persen di Jakarta guna menyelamatkan daya beli jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia.
Langkah ini menjadi sorotan tajam karena bertujuan membongkar struktur biaya jasa aplikasi yang selama ini dinilai tidak transparan serta cenderung memberatkan pendapatan bersih para pekerja sektor informal di tengah fluktuasi harga BBM.
DPR kini tengah menelisik kesiapan regulasi teknis dari pemerintah agar kebijakan ini tidak sekadar menjadi komitmen politik, melainkan aturan mengikat yang mampu mencegah aplikator membebankan biaya tambahan tersembunyi kepada konsumen.
Transparansi algoritma dan audit terhadap setoran potongan tarif menjadi tuntutan utama parlemen demi memastikan keadilan ekonomi bagi para pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional.











