Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 2 Mei 2026 09:03 WITA

DPR Dukung Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen: Tekanan Bagi Aplikator


 Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda saat memberikan keterangan terkait rencana penurunan potongan tarif aplikasi ojek online. (Foto: RSS) Perbesar

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda saat memberikan keterangan terkait rencana penurunan potongan tarif aplikasi ojek online. (Foto: RSS)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda secara resmi mendukung arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menekan potongan tarif aplikator ojek online hingga di bawah 10 persen di Jakarta guna menyelamatkan daya beli jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi sorotan tajam karena bertujuan membongkar struktur biaya jasa aplikasi yang selama ini dinilai tidak transparan serta cenderung memberatkan pendapatan bersih para pekerja sektor informal di tengah fluktuasi harga BBM.

DPR kini tengah menelisik kesiapan regulasi teknis dari pemerintah agar kebijakan ini tidak sekadar menjadi komitmen politik, melainkan aturan mengikat yang mampu mencegah aplikator membebankan biaya tambahan tersembunyi kepada konsumen.

Transparansi algoritma dan audit terhadap setoran potongan tarif menjadi tuntutan utama parlemen demi memastikan keadilan ekonomi bagi para pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penjualan Kendaraan Lampung Naik 21 Persen: Benarkah Ekonomi Menguat?

2 Mei 2026 - 16:58 WITA

PNM Tak Cuma Beri Modal: Bedah Program Beasiswa dan Ruang Pintar Bagi Ribuan Anak

2 Mei 2026 - 16:41 WITA

Investigasi Penyaluran CSR: Pegadaian Rasanae Beri Bantuan Masjid di Ambalawi

2 Mei 2026 - 16:27 WITA

Gojek dan Grab Respons Perpres Potongan Driver Ojol 8 Persen

2 Mei 2026 - 11:56 WITA

Strategi Telkom Digitalisasi UMKM Perempuan di Kartini BISA Fest

2 Mei 2026 - 03:32 WITA

Mengungkap Dominasi China dan Ketergantungan 540 Juta Buruh Manufaktur Dunia

1 Mei 2026 - 14:42 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis